Posts

Showing posts from August, 2012

Serial HUT RI (2) : Yogya, Aceh dan Hari Kemerdekaan RI

Image
Pilar demokrasi yang digerogoti tikus berdasi juga ikut merusak sendi-sendi kebudayaan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kearifan budaya lokal. Kita semua tahu bahwa dibalik ngototnya pusat untuk menjadikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipilih melalui sidang DPRD DIY sesungguhnya bukan dari niatan murni menjalankan demokrasi seutuhnya, atau memberikan pelajaran berdemokrasi kepada rakyat Yogyakarta Hadiningrat, tapi ada motif-motif penguasaan sumber daya ekonomi daerah disana. 
Beberapa sumber daya ekonomi milik Kraton Ngayogyakarta Hadinigrat hendak dipindah-tangankan lewat mekanisme perundang-undangan Pemerintahan Daerah, dan dijalankan dengan menjadikan pemilihan Gubernur DIY seolah sebagai pembelajaran kepada rakyat Yogya agar mengikuti 'cara demokratis' pemilihan Gubernur lewat sidang pemilihan DPRD.  Model pemaksaan demokrasi yang punya niat busuk tanpa mempertimbangkan sejarah keistimewaan DIY sebagai bekas Ibukota Republik, dan peran Kraton Yogyakarta …

Serial HUT RI (1) : Yogya, Aceh dan Kemerdekaan RI

Image
Hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 67 kali ini diwarnai kegamangan saat pidato presiden RI dalam rangka menyambut 'Agustusan' yang menyebutkan keprihatinan beliau terhadap makin merebaknya korupsi di segala lapisan penyelenggara pemerintahan. Disebut pula 'kroni' tiga pilar demokrasi : Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif  dalam mengabadikan budaya korupsi yang semakin susah diberantas.
Entah sengaja atau tidak, dihari-hari menjelang tanggal 17 Agustus 2012, Antasari, mantan ketua KPK yang menjadi narapidana kasus pembunuhan Nasruddin, seorang Direktur perusahaan swasta di Jakarta, tiba-tiba menyebut SBY lah yang mempimpin rapat untuk mem 'Bail-Out' Bank Century sebesar Rp. 6,7 Trilyun dalam beberapa tahap pencairan uang. Informasi yang diblow-up Antasari tersebut kemudian menjadi 'trending topic' yang membuat heboh dunia hukum dan menggoyang langgam antikorupsi yang didengung-dengungkan pemerintah. Walau kemudian ada klarifikasi dari presiden untuk ma…

DEMAM 'KOREA MINDED'

Image
Sekarang jaman gedombrengan musik Korea. Boy Band dan Girl Band (kalau dulu disebut Vocal Group) dari Korea macam Super Junior, Girls Generation (SNSD), Shinee, FX, merajai khasanah musik impor dikalangan anak muda. Tak terbayang dulu jaman 80 atau 90- an musik-musik ‘vocal group’ dari Korea bisa penetrasi pasar begitu luas dan dalam di jiwa anak-anak SD, SMP, SMA, bahkan anak muda kampus. Dimana-mana terdengar riuhnya lagu-lagu yang dinyanyikan Sheo Hyun yang cantik jelita dkk.



Saya ikut mengamati fenomena ini. Dari musik dan lagunya biasa saja, walau anak-anak muda di kampus pun bilang kalau suara para penyanyi cewek itu enak didengar, jenaka, nggemesi katanya. Khas anak muda. Tapi yang saya lihat memang penataan background artistik musiknya begitu beragam dan variatif. Permainan warna-warni latar para penyanyi sungguh amat mempesona. Belum lagi pesona para penyanyi wanitanya. Anak sahabat saya yang masih kelas satu SMP saja sampai mengidolakan Sheo Hyun sebagai kakak kandungnya, dan…

NASIB BURUH DAN LEBARAN SUCI

Musim lebaran ini, tentunya yang paling asem-asem pahit adalah nasib buruh. Apalagi yang THR nya belum dikeluarkan oleh perusahaan. Capek sudah bertanya ke Supervisor kapan kira-kira THR keluar, dijawab berdoa sajalah. Itu artinya harapan tipis. Setipis badan operator mesin genset yang kebanyakan merokok kala senggang, dan bergadang cari tambahan. 
Buruh dikala musim akhir puasa adalah spesies paling sengsara di-jagad Indonesia Raya, negeri kaya raya "gemah ripah loh jinawi". 
Dapat THR satu bulan gaji UMP saja bukan main senangnya plus sujud syukur. Terselamatkan sudah Hari Raya dengan baju baru anak dan istri disertai ketupat lebaran dan opor ayam satu  dua porsi. Jangan tanya dulu apakah itu sudah plus bonus atau belum. tidak ada kata bonus dalam kamus buruh rendahan. Itu hanya milik Supervisor dan Manager ke atas. Dapat THR adalah "Economic Miracle" dalam keseharian buruh, apalagi buruh harian dan buruh kontrak. 
Bagi mereka yang sampai hari ini belum juga dapat T…

Serial Aceh 3 : Kopi Aceh, Partai Aceh dan Sapi Aceh

Ada yang menarik pandangan mata ketika kulihat persis diseberang Polres sebuah kota di Aceh Barat, sebuah bangunan disamping deretan rumah dan toko yang seluruhnya dicat dengan warna merah darah yang miirip dengan bendera GAM saat konflik dulu. Kalau bendera GAM, ditengahnya ada gambar bulan sabit, tapi ini ada tulisan ACEH ditengahnya. lain itu,semuanya mirip bendera GAM.

Rupanya itu adalah kantor Wilayah Partai Aceh. Sebuah partai lokal di Aceh yang telah menjadi pemenang mutlak dari Pemilu legislatif lalu. di sebuah kota kabupaten saja, mereka menguasai 9 dari 14 kursi yang ada, belum lagi di semua kabupaten lain yang mayoritas kursi dimenangkan oleh Partai ini.

Partai ini memang unik. selain berani, lihat saja tampilan kantornya, jelas memenangkan positioning dan diferensiasi dari konsep pemasaran yang mereka lakukan. Itu sudah membuat orang Aceh menengok ke arah mereka, terlebih suasana pasca konflik yang lalu, yang merupakan "perang harga diri" buat orang Aceh kebanyakan…

Seria Aceh 2 : Berakit-rakit Ke Hulu, Jantungku Mau Copot...

Selepas off road di Teunom menjelang Lamno, kota musnah yang dulu banyak cewek bermata biru, rambut pirang dan tinggi putih, kami dihadapkan pada kenyataan bahwa harus menyeberangi desa yang telah berubah menjadi muara, dan harus naik rakit untuk pergi ke seberang. ya, tsunami telah merubah wajah kemukiman ini menjadi 2 desa yang berseberangan, dipisahkan oleh muara laut.

Untuk menaikinya kami ditarik 20 ribu permobil, motor 3,000 dan orang 1,000 rupiah. Belum ada mata uang Aceh. Tidak jadi.

Yang kami khawatirkan hanya pada rakit berikutnya, rakit ke 2, kami salah jalan yang seharusnya rakit itu hanya untuk motor dan orang, tapi kami masuk ke daerah itu, dan terpaksalah, kami harus seberangkan juga kendaraan ini untuk sampai ke seberang.

Mata para penjaga rakit memang tajam melihat ke arah kami, apalagi plat B. Ini orang Jakarta, pikir mereka. Kupikir meraka pasti mantan kombatan GAM (gerilya), tegap dan tajam menatap. Tapi untungnya ramah saat berbicara.

Pada rakit pertama yang baru lewa…

Serial Aceh 1 : Kehancuran Yang Merata di Pantai Barat Selatan

Berkesempatan berkelana sepanjang pantai barat Aceh via Melaboh pada Idul Fitri 2008, benar-benar pengalaman tak terlupakan. Menyaksikan sendiri sisa-sesa kehancuran akbiat Tsunami 2004 yang melanda kota-kota yang semula ramai di pantai barat menjadikan saya dan teman seperjalanan beserta keluarganya berkali-kali menggeleng-menggelengkan kepala karena ngeri.

Kota-kota seperti Meulaboh, Calang, Krueng Sabee, Teunom, Lamno dan Lhoknga sebelum Banda Aceh musnah, lenyap, luluh lantak, rusak binasa, adalah kata-kata yang pas untuk menggambarkan tingkat kerusakan yang diakibatkan gelombang raksasa, "seperti hambal yang ditarik ujungnya keatas kemudian ditimpakan ke kota2 sejarak Jakarta s/d Semarang...!" kata seorang famili di Banda Aceh.

Betapa tidak, gempa yang berkekuatan 9,3 skala richter pada 26 Desember 2004 menyebabkan gelombang setinggi lk. 30 meter disepanjang pantai barat dan masuk menerjang sejauh 5 kilomter kedaratan. "kalau abang sempat lihat bukit-bukit yang ada d…

IKUT LOMBA PUKUL KENDI

Kemarin ramai sangat perayaan 17 an di distrik Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta, tempat aku pulang ke rumah asal dan nongkrong bersama komunitas pinggiran jalan, nama ini berarti gaul dengan tukang parkir, kuli angkut barang, copet yg lg ngaso, preman tunggu mangsa, sopir angkot, pe'cun atau perek tanggung, dan tukang2 jajanan yg hilir mudik setiap saat.
Tapi kemarin benar-benar hari ceria buat semua angkatan, maksudnya "kelas" dalam terminologi marxis. Peringatan 17 an di Kp Pulo diwarnai aneka macam permainan yg dipanitiai oleh ibu-ibu gang 1 dekat rumah, yg rela berkeringat untuk mensukseskan acara. Kebanyakan mereka adalah istri dari pejuang2 sektor informal kota, (atau bahasa kaum pergerakannya kaum marjinal), atau kaum miskin kota menurut term-nya neng wardah hafidz boss Urban Poor Concorcium/UPC (?).
Diadakanlah aneka lomba untuk semua angkatan yang mau partisipasi, setelah dimintai sumbangan Rp. 10,000,- bagi kelas borjuasi perkotaan (ciee..), dan gratis bagi kaum t…

BUALAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK-ANAKNYA

Malam belum begitu larut, baru pukul 10.00 wib. Seorang Ayah bersama kedua putranya sedang mengobrol ditempat tidur sambil menatap langit2 kamar. Ayahnya ditepi ranjang, sementar putranya yang berumur 3,10 tahun ditengah dan si sulung dikepala ranjang. 
"Memangnya Ayah dulu pejuang..?" tanya si sulung sambil memainkan kaki.
"iya, dulu Ayah komandan di kawasan Bekasi - Cikarang" jawab sang Ayah
"berarti Ayah punya senjata ? anak buah ada berapa yah..? tanya si sulung lagi.
"ya, Ayah dulu megang M-16, jaman tahun 47 udah ada M-16, anak buah Ayah sekitar 200 orang, semuanya jagoan" jawab sang Ayah lagi.
"M-16 kan punya Amerika yah, memang Ayah dulu dibantu Amerika ? lawannya siapa yah? 
"Amerika itu dulu memang membantu kita, lawan Belanda"
"Wah, tapi Ayah sering sebel sama Amerika..? si sulung protes, sementara sikecil bolak balik menoleh ke arah Ayah dan sisulung, karena ia ada ditengah2 mendengarkan percakapan, tentunya sambil ngemut bot…

HIKAYAT NEGERI BERTUAH

Jangan biarkan negeri ini  hancur lebur punah jadi abu, dengar alunan doa keramat orang-orang papa. Meriuh dalam tangis dikangkangi kesombongan pembesar-pembesar keturunan dajjal.  Tanah, air, laut dan udara yang dikapling oleh kerakusan purba telah mengubah wajah negeri menjadi negeri  kera, yang bergelantungan kesana kemari mencari mangsa dengan cara-cara curang dan licik.

Ingatlah ketika jaman merkantilis, petualang-petualang putih bagai sebarisan iblis pembunuh yang merasuk merusak kemana-mana keseluruh pelosok negeri. Menancapkan bendera kekuasaan dan kepongahan ditanah pusaka, tanah keramat yang direstui Tuhan, sambil berkata bahwa mereka membawa missi dari Tuhan pula, untuk menjajah negeri  bangsa lain. Bagai kera yang berlaku curang dan licik menguasai hajat hidup tanah jajahan. Mencengkeram daya hidup dan adab jiwa tanah adat. Memaksakan hukum-hukum ciptaan kepala nenek moyang mereka, untuk dipakai dalam keseharian rakyat bengek, yang hidup kembang kempis hari demi hari.  

Lalu …