Posts

Showing posts from February, 2014

LOMBANG

Apakah ada yang lebih mengharukan
Selain sapaan lembut sepoi angin 
Pantai Lombang

Ooh.. Maduraku yang jauh
Sejauh tujuan angin berembus,
Kencang membawa seribu angan
lepas jatuh ke ujung harapan

Cemaramu menabur harum 
Kisah romansa 
Sepasang anak muda 
yang memadu kasih
                                   mengikat janji

Perubahan hanya akan terjadi
Jika paduan angin,
Mata hati
Dan nasib baik
berpihak pada kebenaran 

Karena jiwa -jiwa manusia
Terpaut pada janji 
Sang Semesta Alam

Karena kefanaan 
Hanya sebuah persinggahan
Menuju keabadian agung

Untuk itulah sifat baik
Berpadu dengan restu 
Kekasih alam
Membawa pada sejuta penantian
Di ujung mesra pantai lombang..

Sumenep, Madura
24 Februari 2014
Pril Huseno



LIANGKALA SANGKA KALA

Jagad bumi utara, jagad bumi selatan
Demi Rahman Katibin yang melindungiku
Depan belakang kiri kananku
Ilmu besi disekelilingku
Bisa tangan diseluruh jemari tanganku
Tegak tulang menjulang menggapai langitku
Tapak Kakiku yang tak terlacak,
Diamlah sekalian kaum yang membenciku
Sampai lewat angin malaikat gaibku, 
Tersadar sekalian ummat yang kehilangan tujuanku

Tanah menggunung laut menyamudera 
Mengacung acung sumpah serikat rakyat
rakyat kecil rakyat besar rakyat pasar pasar rakyat
Menggeram-geram dalam kelam
Kelamnya kelam, pekat-pekat
Menabur kesumat sepakat rakyat
Kesumat kesumat Kesumat

Kutandai engkau dengan bunga makam
Kuambil engkau dengan kukumu, dengan rambutmu
Dengan air minumku, dengan makanmu
Udara mencari-cari angin menandaimu
Menyerap dalam racun aliran darahmu
Dalam kelam malam tidurmu
Tidurmu aku masuk dalam tidurmu

Kuat kami kuatku membaca baja-baja
Jangan diuji kuat kami
Tidak seujung kuku bisa menembus kuat kami
Kuat kami kuat rakyat, rakyat yang kuat kuat
Jangan yakin dapat mengubur keyakin…

SAJAK-SAJAK MERINDU

Aku bicara padamu selirih ini
Dengan suara tanpa selaput
Ujung yang gemetar menahan cinta

Aku bisikkan padamu lagu-lagu
Meskipun rambutmu akan tergerai
Menutupi kedua telingamu,
Dan wajahmu,
Lembut rupawan

Lalu, menoleh engkau entah bagi siapa
Tapi, matamu memabukkan berkali-kali lagi sadarku
Engkau disana, sirna
Bahkan jarakpun melupakan hitungannya

Sebab manusia kerap bermimpi
Sebab, manusia kerap meminta
Sebab,manusia pula kerap tersungkur
Dengan lutut menunduk mencium bumi

Pizhou City, China, March 2010 Suka
Komentar

SAJAK KEMILAU UNGU

Mawar ini kuselipkan di telingamu Bagai romansa kisah-kisah lama Yang berputar dalam piringan hitam usang
Hingga petang menjelang, Pesona itu tetap mewangi Dalam keteduhan asri wajahmu
Pun ketika dalam lelah Engkau duduk Beringsut butir-butir pasir halus pantai Memberi ruang bagi kecantikan paripurna Tuk melepas penat yang mendera
Angin lautpun turut bermanja Tak sungkan hinggap Membelai halus wajahmu Mengukir jemarinya dikelebatan alis Dan hidung bangirmu Serta bibir merona merah....
Sementara itu, engkau sibuk menata siang Dengan tatapan sepasang bola mata Yang mampu membuat awan tersipu... Dan berarak pergi, tak kuasa menanggung malu...
Lalu engkau, belahan jiwaku, Mulai bercerita Tentang apa adanya dalam jiwa..
Meriuh bunyi ombak berkejaran Terdengar lirih suaramu terbawa angin nakal, Dibalik gaun ungu serasimu Terngiang ditelingaku Engkau ingin selamanya disisiku...........

-Pril Huseno-

SUARA DARI POJOK PUTIH

Aku sudah tua, sudah menerabas tiga perempat usia
dan hidup kita tetap dalam kesahajaan ini
hidup yang membawa kita ke pojok dingin bersulam lapar
adalah cinderamata Tuhan bagi kepasrahan total kita..

Jangan menangis selama kita masih bersimpuh bersama 
menikmati hidangan demi hidangan yang telah kita 
habiskan bersama para penerus kita

Jangan pula berkata Tuhan tidak berpihak,
karena setiap helaan nafas kita adalah bukti keberpihakan Tuhan
pada orang kecil seperti kita..

September 2013

Singapore, May 2011

Sedang berbunga-bunga sayang? kedatangan kenangan yang entah kapan dapat bersatu kembali.... merpati-merpati putih seakan turun dari langit dan riuh mengepak sayap menyambut cerianya hatimu.... tapi aku yakin, tak akan kau gapai lagi harap yg dulu pernah timbul... seiring waktu yang terus engkau lupakan dalam keseharianmu.... sungguh, nikmatilah keindahan yg hanya dalam hitungan hari ini... agar sayap-sayap cintanya tidak lantas penat kehilangan makna... waktu akan menyembuhkanmu, sebagaimana hari-hari yang telah lalu....

-Pril Huseno-